“Ada milyaran ikan di samudera yang luas, mereka hanya mencari satu”
Sebuah cerita dari film animasi “Finding Nemo” kayaknya bisa menyadarkan kita mengenai pentingnya konsistensi. Film ini bercerita tentang Nemo, seekor anak ikan anemon yang masih TK yang hilang karena diambil oleh seorang penyelam dari samudera yang luas. Ayahnya, Marlin, ditemani seekor ikan biru yang konyol, Dori, berusaha mencari Nemo. Dalam pencarian, Marlin dan Dori mengalami banyak rintangan di tengah jalan, bahkan hampir merenggut nyawa mereka. Tetapi, film ini berakhir dengan happy ending karena akhirnya Marlin dan Dori berhasil menemukan Nemo. Saya pikir, hanya satu kualitas yang paling menonjol dari Marlin dan Dori yang membuat mereka akhirnya berhasil menemukan Nemo, yaitu konsistensi. Konsistensi untuk terus berenang mencari Nemo dimana secara perbandingan, pastilah jauh lebih sulit dibanding mencari jarum dalam tumpukan jerami.
Sebenarnya konsistensi adalah hal yang sangat asing bagi sanguin seperti saya. Sebelum saya berada di dunia yang saya geluti sekarang, sangat sulit buat saya untuk melakukan satu hal terus-menerus tanpa henti sampai hasilnya sesuai dengan apa yang saya inginkan. Tapi kemudian saya belajar, bahwa konsistensi adalah nilai yang sangat penting untuk saya miliki kalau saya ingin memperjuangkan impian saya. Sejak saya sadari itu, sayapun mulai mengembangkan sikap konsisten dalam diri saya, dan hasilnya memang diluar dugaan.
Sanguin tidak dikenal sebagai orang yang konsisten. Sanguin cenderung pelupa dan sangat mudah bosan. Suasana hati seorang sanguin gampang sekali berubah sesuai kondisi lingkungan, cuaca, musik yang didengarnya bahkan oleh ucapan seseorang yang bahkan tidak ditujukan pada mereka. Tapi salah satu hal yang saya pelajari adalah, untuk mendapatkan hal-hal yang tidak didapatkan orang rata-rata, saya harus berani melakukan hal yang tidak dilakukan orang rata-rata. Dan untuk bisa melakukan itu, saya belajar bahwa dibutuhkan banyak pengorbanan, termasuk merubah diri saya ke arah yang lebih positif.
Oya, orang rata-rata juga tidak menyukai perubahan, jadi saya memutuskan untuk berubah.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment